Sabtu, 23 Februari 2013

IRAMA CINTA (part 2)


Part 2 (She is Sivia)
       Pagi ini menjadi pagi yang enggan dinanti bagi Ify. Jikalau ia bisa, ia ingin menghapus hari ini. Menghilangkan segala kegundahan dalam hatinya. Namun, semua yang telah di takdirkan Tuhan tak mampu ia rubah semaunya. Disni Tuhan-lah yang berkuasa.
          Ify sedari tadi tak berniat untuk melakukan apapun, berdiam diri diatas ranjangnya. Walaupun, sedari tado bundaa Ira terus mengobrak abriknya agar bergegas menyiapkan semuanya.
Apa yang harus disiapkan? Ify dipanti tak berbekal apapun, semua milik bersama. Yang ia punya hanya teman temannya, termasuk Febby.
           Didepan Ify, terlihat ada Febby yang bersikap sama dengannya. Sedang dilanda gunda gulana yang begitu luar biasa. Hatinya risau karena sebagian hatinya nanti akan hilang darinya. Ah, bagaimana ia bisa berbahagia jikalau tak ada Ify? Siapa nanti yang akan tidur bersamanya. Takada teman yang sepengertian Ify. Ify yang selalu menjailimya, Ify yang selalu mengingatkannya dikala lupa membaca doa akan tidur. Lalu siapa nanti yang akan menggantikan posisi Ify?. Ify selalu dihatinya, takkan tergantikan!.
KRIEEK..
Pintu kamar terbuka, menyembulkan seorang wanita paruh baya dari sana. Suara pintu sempat memecah keheningan sesaat, hanya sesaat lalu kembali menjadi hening ketika tau siapa yang  menyebabkan pintu tua itu berdecit.
      Ify hanya melirik wanita itu sejenak , lalu kembali terpengkur dalam kegundahannya lagi. Ah, wanita itu.. wanita pengenal krdundahaannya.
Sama dengan Ify, Febby pun sama sekali tak memperhatikan gerak gerik wanita itu yang lamat lamatsemakin dekat dengannya lantas mengusap bahunya lembut.
           Febby hanya mendongakkan kepalanya, kearah sentuhan lembut itu. pandangannya kabur, tak mampu melihat dengan sempurna karena manic matanya yang mulai berkaca kaca. Walaupun bagitu, Febby tau siapa wanita itu, dari aroma khasnya. Lantas tanpa berbasa basi ia mendekap erat wanita itu, menumpahkan segala kegelisahannya. Berharap pada wanita itu agar Ify tetap dengannya. Tak usah pergi.
“Bunda.. Ify mau kemana? Febby ikut..”
Suara Febby terdengar seral, nada bicaranya tercampur sesenggukan menangis. Air matanya tak dapat dibendung lagi, tak peduli nanti ia akan diejek daud karena  cengeng, yang terpenting Ify jangan pergi.
          Ify yang melihat Febby menangis, hanya mampu menyentu dadanya. Terasa sesak disana, Bunda Ira.. Tolong Ify.
“Ify tetap akan pergi, tapi hatinya akan selalu ada disini. Bersama Febby, Bunda Ira dan semuanya..” Bunda Ira- wanita tadi menatap sendu Febby dan Ify bergantian. Ify yang merasa namanya dipanggil pun menoleh kearah Bunda Ira, air mata Ify tak mampu dibendungnya lagi. Ify pun menyerbu ke pelukan Bunda Ira bergabung bersama Febby.
*
      Halaman depan panti penuh sesak, penuh aroma kesedihan dan kegelisahan. Daud dan Patton teman Ify yang sering menjailinya, kini mereka menangis sejadi jadinya sesakali memohon pada Bunda Ira agar Ify jangan pergi. Ify yang sudah ditunggu oleh kedua orang tua barunya pun tak bisa mengelak. Jujur, sesungguhnya ia pun ingin seperti temannya yang lain, mempunyai Orang tua.
Ify berpamitan kepada temannya satu persatu, mengucapkan salam perpisahan pada mereka. Termasuk, Febby ia memberikan boneka kesayangannya untuk Febby yang selama ini menjadi rebutan jika ingin tidur. Ify hanya bisa memberikan itu sebagai bukti nanti jikalau Febby rindu kepadanya. Mereka berdua berpelukan, menangis mengeluarkan segala kegelisahannya. Ify baru melepaskan pelukannya ketika, bunda Ira menyentuh bahunya. Memberi Kode bah wa orang Tua nya telah menunggu.
Ify pun pergi dengan digandeng kedua Orang tuanya disisi kiri dan kanan menuju mobil mewah yang terparkir disana.
    Dulu.. Ify memimpikan manaiki mobil mewah tersebut. Namun, kini yang di impikannya hanya satu. Dapat kembali bermain dipanti. Ketika ia duduk di kursi belakang, didapatinya seorang gadis berponi yang cukup manis tersenyum kearahnya, Ify pun ikut tersenyum hambar.
“Hai, Ify?..,” ucap gadis berponi itu menyapanya.
Ify hanya mengangguk tak ingin banyak bicara hari ini.
“Aku Sivia.. kakak baru mu.”
     Ify mengerutkan keningnya, ketika mendengaar gadis berponi itu mengucapkan kata kakak baru mu. Gadis berponi itu kakak baru nya? Ify sedikit tersenyum dalam hati. Di sana, ia tak kesepian ada kakak cantik nya yang akan menemaninya bermain.
Lantas Ify memeluk Sivia, sebagai ungkapan Terimakasih yang tak dapat diartikan.

      Sivia sama dengan Febby, pelukannya hangat. Nyaman bila ada didekatnya, semoga Sivia dapat mengobati Rindunya nanti kepada Febby.

Senin, 11 Februari 2013

Irama Cinta part 1



Part 1 (Sehari di panti)

       *
    Sore ini, bagi gadis kecil ini tak seperti sore biasanya. Jikalau biasanya ia lebih memilih bermain masak-masakan dihalaman panti bersama teman sekamarnya Febby. Kini ia lebih memilih berdiam diri di kamar. Merenungi kembali, kejadian tadi pagi.
*
(FlashBack On)
    “Ify .. Kesini sebentar Nak!”
Tiba tiba Bunda Ira memanggil namanya. Ify yang malas berdiri menghampiri dengan enggan melangkahkan kakinya.
“Ada apa Bunda?” , ucap gadis kecil itu. Ify.
      Bunda Ira tersenyum kepadanya. Ify mengernyitkan dahinya, tak seperti biasanya bunda Ira tersenyum semanis itu kepadanya. Kecuali kalau ada maunya, contohnya, dengan senyum manis itu dan wajah agak memelas Bunda Ira akan menyuruhnya belanja kepasar. Ah, pasti kali ini juga ada maunya. Disebelah bunda Ira, berdiri seorang wanita paruh baya dengan senyum ia tunjukan pada Ify. Ify berpikir bahwa wanita ini adalah orang kaya. Terlihat dari gaya berpakaiannya Elegean. Ah, Ify bisa menebak orang orang seperti itu. Biasanya, Ingin mengangkat anak dari panti asuhan nya. Mengambil teman bermainnya. ‘Huh!’ Ify mendengus kesal! Ia tak suka dengan orang orang itu, orang orang yang suka mengambil teman bermainnya. Seperti teman pemudanya. Lalu siapakah lagi kali ini yang akan ia ambil?
“Ify, perkenalkan ini Tante Gina.” , ucap bunda Ira sambil melirik wanita yang disebut tante Gina itu.
Ify dengan cepat meraih tangan Tante Gina, mengecup punggung tangan beliau. Itu yang diajarkan Bunda Ira. Jika ada orang yang lebih tua dari kita! Hendaklah sopan!
Tante Gina tersenyum. “Namamu Ify?”
Ify mengangguk lalu tersenyum.
“Anak yang sopan. Saya suka.”. kali init ante Gina memujinya. Itu semua membuat rona merah malu di pipi Ify. Hei lihat, ia dipuji orang.
“Ify, maukan manggil Tante Gina dengan sebutan Mama? Kali ini, Tante Gina ingin mengasuhmu.”
Ify ternganga ketika mendengar pernyataan Bunda Ira. Mama? Hari ini Ify punya mama. Sungguh senang tak kentara menyelubungi hatinya. Ada perasaan iri. Ketika, teman temannya berhasil mendapat orang tua angkat. Sedangkan dirinya belum sama sekali. Kali ini impiannya terwujud, ia mempunyai seorang Ibu.
“Mama..”, ucap Ify parau. Lalu berhambur memeluk tante Gina seketika. Itu ungkapan terimakasih dari Ify.
“Ify juga punya kakak loh”
*
(flashback Off)

        Sungguh, Ify benar benar lupa. Bahwa ada kesedihan lain ketika ia memutuskan sesuatu. Ify lupa, jikalau ia harus meninggalkan panti pergi bersama keluarga barunya. Akankah keluarga lamanya dip anti akan terus bersamanya?. Ah, Ify mengetuk kepalanya kesal. Kenapa dirinya begitu bodoh tidak memikirkan keluarganya di panti? Di sisi laim ia ingin mempunyai keluarga, bercanda bersama dengan Mama, Papa, juga saudaranya. Namun, ia juga ingin tetap bermain bersama teman teman panti. Termasuk, teman sekamarnya. Febby. Ah, bagaimana ia bisa tidur pulas nanti. Jikalai tidak ada suara Febby menyanyikan Nina Bobo. Kuatkah ia menhana rindu tak bermain bersama Febby? Ah, mana tahan.
‘Krieekk ....
Suara pintu kamar terbuka, Ify kecil yang sedang merenung, terlonjak kaget. Ketika, seseorang masuk kedalamnya. Didapatinya seorang gadis sebaya nya yang amat ia kenal. Ify mengernyit dahinya bingung, Lihat! Ada yang aneh dari temannya itu. Febby. Disekitar mata cantik Febby, Ada air mata. Bisa ditebak barusan tadi Febby menangis. Ada apa? Bukankah itu hal yang aneh! Febby yang tomboy pantang menangis. Kini jelas jelas ada berkas air mata di kelopak matanya.
“Febby, kenapa menangis..?”
Yang disapa Febby, malah menggeleng lalu beranjak menenggelamkaj wajahnya ke bantal . membuat dada ify semakin sesak sungkan untuk pergi dari Febby.
“Febby, kenapa? Ayoo.. cerita sama Ify!”
Febby hanya menggeleng, tak beranjak dari bantalnya.
      Ify semakin kesal dibuatnya. Duh, Febby ini jangan sok merajuk deh, lihat Saja! Ify akan mengerjainya. Digelitiknya pinggul Febby yang sontak membuatnya tertawa geli. Ah, Ify paling ahli membuat temannya tertawa.
“ayo.. kenapa Febby nangis?! Atau Ify bakalan gelitikan lagi nih!...”
Ify sudah ancang ancang mengertakan jari jarinya. Namun malah ditanggapi lemparan bantal oleh Febby.
“Febby, takut.. Ify ninggalin Febby”
Hati Ify mencelos lemas. Tadinya yang sudah melupakan masalhnya tentang meninggalkan panti, sekarang terobrak abrik kembali. Ternyata, Febby sama dengan dirinya. Sama sama takut kehilangan satu sama lain. Ah, hati Ify semakin berat meninggalkan panti.


“Ify sayang Febby, Ify gak akan ninggalain Febby. Walaupun ninggalin, suatu saat nanti pasti ketemu.”, dipeluknya Febby. Seperti enggan untuk melepasnya. Dua gadis kecil itu, menumpahkan segala keluh kesah. mereka bermain, bercanda seharian. Serasa mereka tau, esok hari, mereka tak bisa berjumpa kembali.

Irama Cinta



Irama Cinta

        Gadis Kecil terbaring dalam tempat tidurnya yang bersusun. Matanya terus memandang langit langit dipan kasur diatasnya. Pandangannya kosong,tapi pikirannya menerawang jauh. Ia memutar  kembali ingatannya tadi pagi, dimana ada perih didadanya, tepatnya didalam dadanya. Diorgan vital bernama hati.  Perasaan perih itu, sudah terbiasa tergores pisau saat membantu ibu panti memasak.  Namun, kali ini perih yang ia rasakan lebih terasa mengiris.
*
       Halaman depan panti kasih bunda, terlihat lebih ramai dari biasanya. Mobil merah mewah terpakir didepan halaman yang sedang terkerubungi oleh anak anak penghuni panti. Kebanyakan mereka berdecak kagum melihat mobil semengkilap itu. Andai mobil itu mampu mereka tumpangi.
       Lain dengan gadis kecil yang sedari tadi menggenggam  tangan mungil milik seorang  teman lelakinya . gadis kecil itu menatap anak lelaki itu sambil menggeleng mengisyarat, ia tak ingin ditinggal.
“Cuma sebentar, Nanti janji bakalan balik lagi kok! , ” ucap anak lelaki itu sambil mengusap ubun ubun sang gadis kecil.. gadis kecil itu hampir menangis matanya sudah berkaca kaca, mau tak mau ia harus melepas genggamannya. Apalagi anak lelaki itu sudah berjanji akan kembali padanya suatu hari nanti.
         Dilepaskannya genggaman tangannya, walau genggaman dalam hatinya tak sekalipun ingin mengendor.
Anak lelaki itu berjalan pergi dengan digandeng sepasang suami istri dikanan kirinya. Sambil terus meamandang gadis kecil itu, ia melambaikan tangannya. Lalu masuk kedalam mobil mewah yang telah terkerubungi.
       Gadis kecil itu masih terus menatap halaman panti yang tadi digunakan untuk memarkirkan mobil mewah yang membawa temannya pergi  Sekaligus, separuh perasaannya.
*

Sabtu, 08 Desember 2012

GELEMBUNG CINTA part 1



Tetesan air turun gemercik membasahi bahu ify. Ify yang terllau asik dengan anak lelaki itu.. lantas kaget begitu juga dengan anak lelaki itu. Mereka berdua serempak menoleh kearah sumber datangnya tetesan air itu , ternyata gerimis. Ify mengeleng kepalanya pelam. “Pliss.. jangan hujan, ini lagi seru serunyaa.”. batin ify memohon.
“yah.. huja kalo basah nanti aku dimarahin bunda” ucap ify yang terlihat kecewa pada hujan.
“yaudah mainannya dilanjutin besok aja! Aku janji deh, bakalan kesini lagi besok!” ucap anak lelaki itu sambil menyodorkan kelingkingnya ke arah ify.
Ify bukannya membalas menjawil kelingking anak lelaki itu, yang dilakukannya hanya menggaruk rambutnya yang tak gatal, bisa dibilang ia tak tau apa yang dimaksud anak lelaki itu.
Anak lelaki itu hanya tersenyum melihat kekakuan ify, lalu mengambilsebelah tangan ify dan mengikatkan kelingkingnya dengan kelingking ify, sambil berujar “aku janji besok bakalan kesini lagi.. kamu jugakan?” ujar anak lelaki itu sambil tersenyum, ify mengangguk lalu tersenyum. Ia yakin, anak lelaki baik yang telah memberikam gelembung gelembung keajaiban ini mampu membuat hatinya gembira lagi.
Ify beranjak pergi, begitu juga anak lelaki itu.. mereka tak ingin lama lama terkepung oleh hujan, dan akhirnya hujan yang indah berubah menjadi kedinginan yang mencekam.
“Hei namamu siapa?” ucap anak lelaki itu, yang baru tersadar dirinya belum tau siapa nama gadis kecil itu. Ify yang merasa terpanggil, dirinya refleks menoleh..
“Namaku ify..” ucap nya setengah berteriak , karena takut suaranya tak menyamai rintikan hujan. Anak lelaki itu tersenyum kemudian berbalik badan lagi melanjutkan perjalanannya dengan riang. Seakan bertemu dengan bidadari paling indah dari surge, ify memang bidadari, bidadari turun dari pelangi.
Ify berjalan kembali kerumahnya dengan riang, walau tak beretemu dengan pelangi, hatinya sedikit bahagia karena telah bertemu dengan pangeran gelembung pelangi. Di genggamnya erat botol gelembung sabun pemberian pemuda gelembungnya ia berkeyakinan dalam hati setelah ini akan dipercantiknya botol gelembung sabun itu, tangan lentik manisnya itu akan ia sulap menjadi penghias paling handal. Demi kenangan terindah pemuda gelembungnya.
**
“ Hei dari mana aja kamu?! Tante rita udah nungguin dari tadi tau!”
Pemuda gelembung itu tercengang , baru saja tiba diperkarangan depan runmahnya sudah disambut sapaan menggelegar dari gadis berambut pendek itu. Pemuda ge;embung itu menghela nafas pelan ‘yah, ginilah resiko punya sahabat kayak sivia’ batin pemuda gelembung itu bersabar.
“ dari taman depan kenapa? Tadi udah izin mama kok!”
“kok ga aja aku?” ucap gadis yang bernama sivia tadi.
“kamu kan jelek! Oh ya vi tadi aku ketemu bidadarai loh ditaman”
“bidadari turun dari genteng ya? Haha” ucap sivia sambil tertawa berbahak bahak, jaman sekarang mana ada bidadari yang turun dari khayangang? Sekarangkan bukan jamannya jaka tarub.
Pemuda gelembung itu tak menyahutinya ia hanya menampakan raut wajah yang kecewa. Kecewa pada sivia, yang tak percaya padanya. Toh dirinya tadi tak berbohong, bukankah tadi dirinya bertemu dengan ify? Bidadari kecilnya.
“marah ya?”
Se-nyolot apapun sivia kepada pemuda gelembung itu, direly tak pernah membiarkan semburat kecewa menghinggapi wajah pemuda itu.
Pemuda gelembung itu hanya menggeleng. Dirinya masih ‘gondok’ untuk menyahuti sivia.
“emang bidadari-nya secantik apasih? Cantik mana sama sivia?” ucap sivia menggoda, sambil menjawil lengan pemuda itu yang sedang malu-malu. Sivia tau segala tentang pemuda gelembung itu termasuk membuat pemuda itu tak ‘gondok’ lagi padanya.
“Di cantik! Namanya ify! Lebih cantik daripada sivia wek!”
Deg! Jantung sivia berdetak lebih hebat. Ify siapa dia? Secantik apa dia sampai membuat pemuda gelembung itu lebih memilih gadis itu ketimbang direly.
“Masak sih? Kapan kapan tunjukn dong! Kalau emang dia bener bener bidadari”
“males ah! Nanti sivia suka dong sama ify..” ucap pemuda gelembung itu sambil lari meninggalkan sivia.
“Eh, Sivia kan cewek!” ucap sivia sambil mengejar pemuda gelmbung yang sudah mendahuluinya jauh.
**

Jumat, 23 November 2012

Gelembung Cinta (Prolog)

cerbung GELEMBUNG CINTA

I HOPE YOU like :)




baru saja berakhir hujan di sore ini . menyisakan keajaiban kilauan indah nya pelangi . tak pernah terlewat kan dan terus mengaguminya . kesempatan seperti ini tak mungkin bisa dibeli .



***

...


"mama , ify keluar dulu yaa .."

seorang gadis kecil berteriak meminta izin pada sang mamanya . tanpa memperdulikan sautan lagi dari mamanya gadis kecil itu pun berlalu .dari rumahnya.



' tamannya rame ' batin gadis kecil itu setelah ia sampai pada tujuannya . taman dekat rumahnya . yang ia kira , taman yang akan dikunjungi nya akan sepi seperti biasanya dan tentu ia lebih bisa berkonsentrasi terhadap pekerjannya . namn apa boleh buat ia sudah terlanjur sampai pada taman itu . kalo ia kembali ia gengsi untuk bertemu mamanya.

ify melihat kekanan kiri pandangannya menyapu keseluruh arah bagian taaman . ada 1 benda yang benar benar kosong yang sedang ify incar . benda yang tak tersentuh olah keramaian , "aha ! itu dia " ify menjerit kegirangan sesuatu yang ia cari hampir ia temu kan , hanya tinggal ia menemuinya .

ify pun menghampiri bangku tersebut ya benda itu adalah bangku . karena taman sedang ramai . jadi bangku yang kosong sulit untuk ditemukan . ify pun mengambi buku gambar nya dan melakukan kebiasaannya saat ia sedang berada ditaman ini . saat benda itu datang . " boleh kah aku duduk disini ?" . belum sampai ify menggoreskan pensilnya pada buku gambarnya . seseorang tiba tiba menepuk bahunya . ify menoleh kearah sumber suara tersebut , seorang anak laki laki berdiri dibelakang nya sambil tersenyum kearah ify . "boleh kah aku duduk disini ? bersamamu ?" ucap anak itu lagi , ify pun tersenyum dengan manis lalu berkata "tentu " tentu saja ify mengijinkannya . toh , ia juga tau sendiri . susah nya mencari bangku kosong . dalam keramaian . anak laki laki itu pun lamgsung beranjak duduk disampimg ify . ify pu melanjut kan kembali kegiatannya .sebelum ify memulai menggambar . ia mendongak keatas . mencari benda yang akan dijadikannya objek melukis nya . namun hasil nya nihil , diatasnya hanya ada ranting ranting poho yang menjalar . ia langsung teringat ini bukan bangku spesial yang biasanya ia gunakan . yang sekali mendongak dengan gampang langsung terlihat benda warni warni itu . karena ambisinya ify pun berdiri diatas bangku lalu berjimjit berharap ia bisa melihat benda itu . maju , mundur . ify berkali kali melakukan itu . namun benda itu jga tak muncu l.

" hei ! lagi cari apa ? awas bisa jatuh ! "

ucap anak yang ada disebelah ify tadi .

" cari pelangi " ucap ify tanpa menoleh kearh anak itu dan terus mendongak keatas .

anak laki laki itu punmenggeleng kesal . dan terus melanjut kan peekrjaann nya dan tak memperdulikan ify lagi .

gubrak ! " aw .... ! " terdengar suara seseorang gadis kecil jatuh . dengan rintihannya .

anak laki laki itu pun menghampiri gadis kecil itu , yang sedang merintih kesakitan yang tak lain ify . " kamu ga papa ?"

ify pun tak menyahutinya . ia terus merintih kesakitan sampai sampai tangis nya pun pecah . anak laki lakiitu pun bingung . ia sudah terlanjurmenghampirinya tak mungkin begitu saja ia meninggal kan ify menangis kesakitan . pasti orang orang yang melihatnya pun akan menyindirnya . " udah dong nangis nya berhenti " bujuk anak laki laki itu pada ify .namun nihil ify tetap saja menangis .

keringat dingin pun bercucuang . ank laki laki itu kebingungan , ia hampr saja menangis . ia pun menoleh kekanan kekkiri . mencari sesuatu yang dapat membuat ify berhenti menangis. lalu pamdamgammya pu tertuju pada seorang penjual yang ada didepan taman . " tunngu disini dulu yaa " ucap anak itu lalu beranjak pergi dan menghampiri penjual tersebu .

ify menangis dengan menahan sakit yang ada dilututnya . tiba tiba seorang anak menghampiri nya sambil memegang 2 gelembung sabun .

" ini , 1 buat kamu . kata mama kalo niup ini hati rasanyalebi tenang , mau coba ?" ucap anak lelaki itu . daan segera memberikan kepada ify . ify pun berhenti menangis dan memandangi anak lelaki itu yang sedang menium gelmbung sabun nya ify mencoba melakukan sama yang dilakukan anak lelaki itu . dan hasilnya beberapa gelembuing keluar . ify pun tertawa melihat bulatan gelembung sabun itu . mereka berdua pun tertawa . dan bercanda bersama .ditemani gelembug dan pelangi yang menyaksikan mereka .

"walaupun , aku gagal lihat pelangi tapi makasih gelbung nya " ucap ify dengan diiringi senyum nya yang mengembang . anak lelaki itu pun mengangguk . dan mengamati wajah manis ify . ia mengamati setiap lengkung wajah gadis kecil itu . ada rasa menggelitik yang ia dpat kan . wajah nya cerah , secerah pelangi .

tiba tiba ada sesuatu yang yang mengaget kan ify . begitu pula dengan lelaki itu .

....



***

bersambung

Author : Erni Tsania maulida
twitter : @PikaStep
facebook :Nisa stev

Rabu, 14 November 2012

surat kecil untuk ashilla




Kasur, 24 oktober 2012
Dear shilla
Di kasur nya .. ,
Shilla makasih udah pernah jadi teman ify .walaupun bisa di bilang ify itu anak yang manja loh .. pertama kali lihat shilla waktu perkenalan dulu .. hati ify udah yakin , kalau shilla bakalan jadi sahaba terakhir ify. Waktu itu , ify ngerasa bakalan banyak nemuin kebaikan untuk shilla sebelum ify di panggil sama yang kuasa , ify juga lihat waktu itu shilla sahabat yang baik.
Shilla maafin ify kalau selama jadi sahabatnya ify , shilla suka di repotin ify , suka di larang larang ify , gaboleh jajan dikantin lah! Harus bangun pagi lah! Harus lari pagi lah! Harus bawa makanan dari rumah lah! Sebenernya ify ga maksud buat ngerepoyin shilla kok! Ify Cuma mau shilla jadi anak yang sehat ga kayak ify , yang masih remaja udah terkena penyakit ganas .. ify gamau shilla ngerasain , yang namanya kanker . ify gamau!! Setiap hair juga , ify berdoa sama tuhan , agar shilla jangan di kasih penyakit ganas ganas , penyakitnya shilla kasih aja ke ify . kan ify udah kebal sama penyakit ter ganas apapun.
Oh ya , ify sebernarnya gamau di panggil tuhan dulu . ify masih mau mainan sama shilla . tapi gimana lagi?ify ga bisa nolak . soalnya , ify khwatir kalo ga ada ify shilla bakalan kayak dulu lagi suka jajan ga sehat terus jarang ngelakuin olahraga juga! Ify gamau , lihat! Tubuh shilla sekarang shilla , sekarang udah cantik banget .. tubuh shilla sekarang udah kayak super model ! ify mohon sama shilla.. tetep lakuin hal yang pernah dilakuin sama ify (ambil baiknya buang jahat nya) walaupun ify gaada di sebelah shilla , tapi ify bakalan jagain shilla dari atas sini kok .. shilla jangang khawatir yaa ..!!
Semisal nanti shilla nemuin temen yang lebih baik dari ify , ify mohon jangan lupain ify ya .. se jelek jelek nya sifat ify ke shilla . ify sayang banget sama shilla , menurut ify shilla itu kakak ify yang the best deh! J .Udah ify gamau bikin surat wasiat buat shilla banyak banyak kata. Nanti shilla nya makin sebal lagi sama ify . haha. Dadada .. shilla .. sampai ketemu ify nanti . love shilla so much :* .

Ify widyaningsih
 

Blog Template by BloggerCandy.com