Irama Cinta
Gadis Kecil terbaring dalam tempat
tidurnya yang bersusun. Matanya terus memandang langit langit dipan kasur
diatasnya. Pandangannya kosong,tapi pikirannya menerawang jauh. Ia memutar kembali ingatannya tadi pagi, dimana ada
perih didadanya, tepatnya didalam dadanya. Diorgan vital bernama hati. Perasaan perih itu, sudah terbiasa tergores
pisau saat membantu ibu panti memasak.
Namun, kali ini perih yang ia rasakan lebih terasa mengiris.
*
Halaman depan panti kasih bunda, terlihat
lebih ramai dari biasanya. Mobil merah mewah terpakir didepan halaman yang
sedang terkerubungi oleh anak anak penghuni panti. Kebanyakan mereka berdecak
kagum melihat mobil semengkilap itu. Andai mobil itu mampu mereka tumpangi.
Lain dengan gadis kecil yang sedari tadi
menggenggam tangan mungil milik
seorang teman lelakinya . gadis kecil
itu menatap anak lelaki itu sambil menggeleng mengisyarat, ia tak ingin ditinggal.
“Cuma sebentar, Nanti
janji bakalan balik lagi kok! , ” ucap anak lelaki itu sambil mengusap ubun
ubun sang gadis kecil.. gadis kecil itu hampir menangis matanya sudah berkaca
kaca, mau tak mau ia harus melepas genggamannya. Apalagi anak lelaki itu sudah
berjanji akan kembali padanya suatu hari nanti.
Dilepaskannya genggaman tangannya,
walau genggaman dalam hatinya tak sekalipun ingin mengendor.
Anak lelaki itu
berjalan pergi dengan digandeng sepasang suami istri dikanan kirinya. Sambil
terus meamandang gadis kecil itu, ia melambaikan tangannya. Lalu masuk kedalam
mobil mewah yang telah terkerubungi.
Gadis kecil itu masih terus menatap
halaman panti yang tadi digunakan untuk memarkirkan mobil mewah yang membawa
temannya pergi Sekaligus, separuh
perasaannya.
*

0 komentar:
Posting Komentar