Senin, 11 Februari 2013

Irama Cinta



Irama Cinta

        Gadis Kecil terbaring dalam tempat tidurnya yang bersusun. Matanya terus memandang langit langit dipan kasur diatasnya. Pandangannya kosong,tapi pikirannya menerawang jauh. Ia memutar  kembali ingatannya tadi pagi, dimana ada perih didadanya, tepatnya didalam dadanya. Diorgan vital bernama hati.  Perasaan perih itu, sudah terbiasa tergores pisau saat membantu ibu panti memasak.  Namun, kali ini perih yang ia rasakan lebih terasa mengiris.
*
       Halaman depan panti kasih bunda, terlihat lebih ramai dari biasanya. Mobil merah mewah terpakir didepan halaman yang sedang terkerubungi oleh anak anak penghuni panti. Kebanyakan mereka berdecak kagum melihat mobil semengkilap itu. Andai mobil itu mampu mereka tumpangi.
       Lain dengan gadis kecil yang sedari tadi menggenggam  tangan mungil milik seorang  teman lelakinya . gadis kecil itu menatap anak lelaki itu sambil menggeleng mengisyarat, ia tak ingin ditinggal.
“Cuma sebentar, Nanti janji bakalan balik lagi kok! , ” ucap anak lelaki itu sambil mengusap ubun ubun sang gadis kecil.. gadis kecil itu hampir menangis matanya sudah berkaca kaca, mau tak mau ia harus melepas genggamannya. Apalagi anak lelaki itu sudah berjanji akan kembali padanya suatu hari nanti.
         Dilepaskannya genggaman tangannya, walau genggaman dalam hatinya tak sekalipun ingin mengendor.
Anak lelaki itu berjalan pergi dengan digandeng sepasang suami istri dikanan kirinya. Sambil terus meamandang gadis kecil itu, ia melambaikan tangannya. Lalu masuk kedalam mobil mewah yang telah terkerubungi.
       Gadis kecil itu masih terus menatap halaman panti yang tadi digunakan untuk memarkirkan mobil mewah yang membawa temannya pergi  Sekaligus, separuh perasaannya.
*

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by BloggerCandy.com